Ahlan Wa Sahlan

Minggu, 12 Oktober 2014

Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk.

 
Tuhan, Maaf, kami sedang sibuk

"Tuhan, maaf, kami sedang sibuk. kami memang takut neraka, tetapi kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat menjauhkan kami dari neraka-Mu. kami memang berharap surga, tapi kami hampir tak ada waktu untuk mencari bekal menuju surga-Mu."
Tuhan, maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak, sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan banyak, sehingga kami kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu. jangankan sedekah, jangankan jariah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja sering kali terlupa.
Tuhan, urusan-urusan dunia kami amatlah banyak. jadwal kami masih amatlah padat. kami amat kesulitam menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu. kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud, menangis, mengiba, berdoa, dan mendapatakan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu. 
Tuhan, tolong, jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami, karena kami masih terlalu sibuk.
 Astagfirullahal'azim...
Yaa rabb... maaf, selama ini kami merasa sok sibuuk. 
padahal Engkaulah Yang Maha sibuk. Kami sering kali telat mengahadap-Mu, padahal Engaku tak pernah sekali pun telat memberi kami makan dan minum setiap hari. kami sering kali lupa menunaikan kewajibannku pada-Mu, padahal Engkau tak pernah lupa menerbitkan mentari di pagi hari. kami sering lalai mengingat-Mu, padahal Engkau tak pernah sekalipun lalai mempergilirkan siang dan malam. setiap saat kerburukan kami naik disampaikan para malaikat-Mu, sementara kebaikan-Mu setiap detik tercurah kepada kami.
"Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur..." (QS. Al-Baqarah:255)
Itulah salah satu isi buku karangan
Judul yang begitu bikin kembali mata berkaca, ketika pertama kali membacanya..
Ya..nyatanya begitulah manusia.. sok sibuk dan merasa dirinya begitu sibuk sampai-sampai seringkali lupa akan hakikat penciptaannya..Seperti firman Allah yang berbunyi:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan seluruh jin dan seluruh manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu“.
(QS : Adz Dzariyat [51] :56).

Disadari atau tidak..
Kita seringkali luput untuk menjalankan segala perintah-perintahNya..
berbagai alasan muncul..
Nanggung nih..!
Ntar dulu ahh..deadline nih.!
hhh,,capeknyaa...ntar saya nyusul deh..!
Kata-kata tersebut seringkali terlontar begitu saja..
Padahal..harusnya kita sadar betapa banyak nikmat yang Allah beri untuk kita setiap harinya bahkan setiap detiknya..
“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.”
(QS. As-Saba:13)
Muncul pertanyaan..
Apakah kita akan diam saja dan bangga kalau tidak termasuk bagian dari "sedikit" itu?
semoga aja tidak yaa..
 
Sinopsis buku ini sudah menyadarkan kita betapa selama ini kita masih sering lupa untuk bersyukur padahal sudah jelas termaktub dalam Kitab Suci bahwa kita harus selalu bersyukur, karena dengan bersyukur Allah akan selalu menambahkan nikmat kepada kita

“Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku,
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
 (QS Ibrahim:7)

Sudah saatnya mengevaluasi diri dan segera berbenah..
#Tetap Hamasah To The Way Of Allah.

0 komentar:

Posting Komentar

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com